Sabtu, 06 Oktober 2012

Akulturasi dan Relasi Internakultural



Psikologi Lintas Budaya 3


Nama    : Catherina Ulyartha Elisabeth
Kelas     : 3PA01
NPM      : 11510524


Akulturasi dan Relasi Internakultural


Pengertian Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Sebagai contoh, masyarakat pendatang berkomunikasi dengan masyarakat setempat dalam acara syukuran, secara tidak langsung masyarakat pendatang berkomunikasi berdasarkan kebudayaan tertentu milik mereka untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kebudayaan setempat.


Pengertian Relasi Internakulturasi
Relasi Internakulturasi biasa kita kenal juga dengan istilah komunikasi budaya. Menurut Stewart komunikasi budaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan adanya perbedaan budaya seperti bahasa, nilai-nilai, adat, kebiasaan. Komunikasi antar budaya menunjuk pada suatu fenomena komunikasi di mana para pesertanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda terlibat dalam suatu kontak antara satu dengan lainnya, baik secara langsung atau tidak langsung. (Young Yung Kim, 1984). Komunikasi antar budaya pertama kali diperkenalkan oleh antropolog Edward Hall Istilah antarbudaya pertama kali diperkenalkan oleh Edward T. Hall pada tahun 1959 dalam bukunya "The Silent Language" komunikasi adalah Budaya dan Budaya adalah komunikasi antar budaya adalah satu komunikasi yang antara sumber sebagai satu faktor utama yang paling penting dan penerimanya yang adalah faktor penunjang dalam terjadinya proses komunikasi berasal dari budaya yang berbeda.
Menurut Mulyana (2004) Komunikasi antarbudaya (intercultural communication) adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Sama halnya dengan komunikasi antaragama yaitu proses komunikasi dengan orang-orang yang berbeda agama. Ketika komunikasi terjadi antara orang-orang berbeda bangsa, agama, kelompok ras, atau kelompok bahasa, komunikasi itu disebut komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya pada dasarnya mengkaji.


Akulturasi dan Relasi Internakultural
Berdasarkan dengan perngertian yang sudah dijabarkan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Akulturasi dan Relasi Internakultural saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dimana, proses akulturasi di dalamnya sangat membutuhkan relasi internakultural. Dengan adanya komunikasi budaya yang tercipta di dalam individu di suatu kelompok, atau komunikasi antar kelompok membuat proses akulturasi dalam suatu wilayah dapat berjalan dengan baik demi mencapai kesejahteraan setiap individu yang terdapat di dalamnya. Apabila relasi internakultural dapat terjalin dengan baik, maka seiring berjalannya waktu keberadaan budaya asing dapat diterima secara perlahan di suatu wilayah, tanpa menghilangkan kebudayaan asli dari wilayah tersebut. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa akan menimbulkan sebuah perpaduan baru di wilayah tersebut. Contoh nyata yang dapat kita lihat adalah di Pulau Bali.


Sumber :
http://anezgreen.blogspot.com/2010/04/komunikasi-lintas-budaya.html
http://a2b-abrory.blogspot.com/p/akulturasi.html

Jumat, 05 Oktober 2012

Transmisi Budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan



Nama    : Catherina Ulyartha Elisabeth
Kelas     : 3PA01
NPM      : 11510524

Transmisi Budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan

Dibawah ini saya akan menjelaskan mengenai Transmisi budaya dan biologis. Keterkaitan antara transmisi budaya dan biologis individu sangat melekat. Transmisi budaya merupakan sebuah proses penyampaian suatu pesan yang ada sejak dahulu kala mengenai sesuatu hal yang merupakan sebuah kebiasaan dari generasi terdahulu yang masih diterapkan ke generasi sekarang. Oleh sebab itu keterkaitan antara biologis dengan transmisi budaya sangatlah besar, dimana apabila sebuah budaya masih dapat terjaga sampai pada saat ini juga dikarenakan factor biologis yang dimiliki setiap individu. 
Pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Sedangkan, biologis adalah proses yang ada pada organisme hidup. Proses ini membedakan hal-hal yang hidup dan yang tak hidup.
Sekalipun, unsure-unsur dari budaya begitu banyak, hal ini sama sekali tidak menghambat proses pelestarian kepada generasi selanjutnya, yang hal ini juga merupakan adanya keterkatian antara transmisi budaya dan biologis. Kedua hal ini saling berhubungan dan saling terkait.

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari transmisi budaya:
1. Enkulturasi
Menurut Hansen, enkulturasi mencakup proses perolehan keterampilan bertingkah laku, pengetahuan tentang standar-standar budaya, dan kode-kode perlambangan seperti bahasa dan seni, motivasi yang didukung oleh kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan menanggapi, ideologi dan sikap-sikap. Sedangkan sosialisasi menurut Gillin dan Gillin adalah proses yang membawa individu dapat menjadi anggota yang fungsional dari suatu kelompok, yang bertingkah laku menurut standar-standar kelompok, mengikuti kebiasaan-kebiasaan kelompok , mengamalkan tradisi kelompok dan menyesuaikan dirinya dengan situasi-situasi sosial yang ditemuinya untuk mendapatkan penerimaan yang baik dari teman-teman sekelompoknya. Enkulturasi atau pembudayaan adalah proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini berlangsung sejak kecil, mulai dari lingkungan kecil (keluarga) ke lingkungan yang lebih besar (masyarakat). Misalnya anak kecil menyesuaikan diri dengan waktu makan dan waktu minum secara teratur, mengenal ibu, ayah, dan anggota-anggota keluarganya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam keluarganya, dan seterusnya sampai ke hal-hal di luar lingkup keluarga seperti norma, adat istiadat, serta hasil-hasil budaya masyarakat. Dalam masyarakat ia belajar membuat alat-alat permainan, belajar membuat alat-alat kebudayaan, belajar memahami unsur-unsur budaya dalam masyarakatnya. Pada mulanya, yang dipelajari tentu hal-hal yang menarik perhatiannya dan yang konkret. Kemudian sesuai dengan perkembangan jiwanya, ia mempelajari unsur-unsur budaya lainnya yang lebih kompleks dan bersifat abstrak. 
2. Sosialisasi 
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. 
3. Akulturasi 
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.

Jenis-Jenis Transmisi Budaya
1. TRANSMISI VERTICAL 
_ GENERAL ACCULTURATION
Dari orang yang lebih tua/orang tua, pada budaya
sendiri (intra) informal
misal: anak disiplin karena melihat orang tuanya
_ SPECIFIC SOCIALIZATION
Peristiwa yang disengaja, terarah dan sistematis
misal : anak di didik untuk tidak membantah pada
orang tua
pendidikan formal
2. OBLIQUE TRANSMISION
Dari orang dewasa lain, yang budayanya sama (enkulturasi/ sosialisasi)
dari orang yang budayanya beda (akulturasi/ resosialisasi)
_ GENERAL ACULTURATION
orang dewasa yang budanya sama
anak meniru sopan-santun orang dewasa mis. dari guru
_ SPECIFIC SOCIALIZATION
misal : guru menanamkan sifat-sifat kerja sama
_ GENERAL ACCULTURATION
Orang dewasa yang berbudaya beda
misal : model pakaian
_ SPECIFIC RESOCIALIZATION
3. HORIZONTAL TRANSMISION
_ GENERAL ENCULTURATION
Dari teman sebaya pada budaya yang sama
misal : anak ikut-ikutan merokok karena ikut temannya
_ SPECIFIC SOCIALIZATION
misal : diskusi kelompok, anak mengikuti aturan bicara
bergantian
belajar main musik dari teman


Awal Perkembangan dan Pengasuhan
Berdasarkan pada awal perkembangan dan pengasuhan transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan yang terjadi pada masing-masing individu. Dimana proses seperti Enkulturasi, Sosialisasi, Akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan dia beradaptasi dan menjalankan setiap aktifitasya. Seseorang tidak mampu berdiri sendiri, oleh sebab itu faktor individu lain sangat berpengaruh demi menjaga hubungan dengan idividu lainnya demi kelangsungan hidup bersama.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_biologis
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://juliardibachtiar.wordpress.com/2011/03/30/enkulturasi-dan-sosialisasi/

Minggu, 30 September 2012

Psikologi Lintas Budaya



Nama  : Catherina Ulyartha Elisabeth        
Kelas   : 3PA01
NPM    : 11510524

Apa itu Psikologi Lintas Budaya?
Sudah ada yang pernah mendengar mengenai kajian ilmu ini? Mungkin kalian lebih sering mendengar mengenai ilmu Psikologi. Lalu apakah Psikologi itu? Sedikit akan saya jabarkan dengan singkat, apa Psikologi dilanjutkan mengenai pengertian konteks utama kita, yaitu Psikologi Lintas Budaya.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Nah, apakah hal itu sudah cukup jelas? Setidaknya ada bayangan mengenai ilmu Psikologi sendiri. Psikologi merupakan salah satu ilmu yang cukup luas, karena hal ini berkaitan dengan perilaku manusia. Perilaku tersebut akan mempengaruhi manusia terhadap lingkungannya. Fokus utamanya adalah pada perilaku individu.
Budaya merupakan suatu konsep abstrak dan acapkali disalah artikan dengan menyetarakan istilah tersebut atau mengartikannya dalam pengertian ras, etnis (suku bangsa) atau bangsa (nationality). Padahal budaya adalah suatu konsep rumit yang merekat pada banyak aspek hidup dan kehidupan. Beberapa aspek melibatkan aspek materi seperti makanan dan pakaian, sedang beberapa lagi mengacu pada komunitas dan struktur terpisah seperti organisasi perusahaan; yang lainnya mengacu pada perilaku individu, melakukan aktivitas seperti kegiatan keagamaan.

Lalu apa itu Psikologi Lintas Budaya? Berikut adalah pengertiannya,
Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.
Menurut Brislin, Lonner, Thorndike Psikologi Lintas Budaya adalah kajian empiris mengenai berbagai macam anggota kelompok budaya yang memiliki berbagai macam perbedaan pengalaman yang dapat membawa pada perbedaan perilaku. Menurut Berry Psikologi Lintas Budaya berkutat tentang kajian sistematis mengenai perilaku dan pengalaman, sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya berbeda yang dipengaruhi budaya yang bersangkutan.

Tujuan Psikologi Lintas Budaya
Tujuan dari kajian psikologi Lintas Budaya adalah mencari persamaan dan perbedaan dalam fungsi-fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik. Psikologi Lintas Budaya juga digunakan masyarakat luas untuk lebih mengenal tentang ragam budaya yang tersebar di seluruh Indonesia ataupun diluar Indonesia.
                 
Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan disiplin Ilmu lain
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, Psikologi Lintas Budaya adalah ilmu mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik. Namun psikologi lintas budaya tidak hanya mempelajari faktor budaya dengan perilaku tetapi faktor antar budaya atau perbedaan budaya yang mempengaruhi perilaku manusia. Jadi menurut kesimpulan saya, hubungan antara individu secara psikologis dengan faktor budaya yang mempengaruhinya menjadi fokus utama dalam Psikologi Lintas Budaya. Lalu bagaimana hubungannya dengan ilmu Sosiologi?
Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. Objek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang dihasilkan dari hubungan tersebut. Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Pokok bahasan dari ilmu sosiologi adalah seperti kenyataan atau fakta sosial, tindakan sosial, khayalan sosiologis serta pengungkapan realitas sosial.
Berdasarkan yang sudah dijelaskan diatas, kita dapat melihat bahwa hubungannya sangat dekat antara Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi. Kedua ilmu ini sama-sama membahas mengenai individu. Dimana keadaan lingkungan individu seperti perilaku individu di kelompok atau masyarakat mempengaruhi psikologis individu, seperti berperasaan, bertindak, dan berpikir. Psikologi Lintas Budaya dan Sosiologi, kedua ilmu ini sama-sama menjelaskan mengenai bagaimana individu dipengaruhi dan mempengaruhi budaya, lingkungan, hubungan antar sesama dalam meningkatkan kesadaran akan perbedaan dan persamaan di setiap individu baik dalam ataupun luar negeri.
jadi Psikologi Lintas Budaya merupakan kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut, berbeda jika dibandingkan dengan Psikologi Indigenous yang menyajikan suatu pendekatan dimana muatannya (makna, nilai dan kepercayaan) bersifat kontekstual (keluarga, sosial, budaya, dan ekologi) yang secara eksplisit menggabungkannya dalam desain penelitian (Kim et. al., 2006) dan Psikologi budaya yang merupakan sebuah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia. Psikologi budaya adalah studi tentang cara subjek dan objek, self dan other, psike dan budaya, person dan konteks, figure dan ground, praktisi dan praktek hidup bersama, memerlukan satu sama lain serta Antropologi yang adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata.

Demikian Artikel yang saya buat. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Sumber :
http://organisasi.org/definisi-pengertian-antropologi-objek-tujuan-dan-cabang-ilmu-antropologi
http://luvvpolkadot.wordpress.com/2011/10/01/psikologi-lintas-budaya/
http://iwaslikerain.blogspot.com/2011/10/kebudayaan-indis.html
http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2558:psikologi-lintas-budaya&catid=35:artikel-dosen&Itemid=210